Blogging

Indikator Forex Terbaik Di Dunia Yang Sering Digunakan Saat Trading

Foreign Exchange atau yang dikenal sebagai Forex adalah trend investasi yang memang sedang berkembang cukup pesat di Indonesia. pasar Forex menjadi pasar mata uang terbesar yang ada di dunia yang melibatkan berbagai macam mata uang asing berbagai Negara. Biasanya bisnis trading Forex ini banyak dilakukan pemerintah maupun bank-bank. Atau juga sering dilakukan perusahaan yang bertaraf internasional yang mana menggunakan prediksi berdasarkan pada indikator Forex. Namun sayangnya, bagi sebagian besar trader mungkin masih kurang memahami tentang pengertian dari indikator Forex. Padahal hal seperti ini adalah yang paling umum yang harus dipahami bagi orang yang ingin terjun dalam dunia bisnis Forex. Dan pada kali ini akan dijelaskan pengertian indikator Forex serta jenis indikator Forex terbaik yang sering digunakan dalam dunia trading.

Mengenal Indikator Forex

Melakukan bisnis Forex berarti anda berinvestasi dengan penuh resiko dalam melakukan penukaran mata uang asing. Dalam bisnis Forex memiliki aktivitas inti yaitu buy atau sell yang harus dilakukan secara konsisten sehingga anda bisa mendapatkan sebuah profit (keuntungan). Dan untuk bisa mendapatkan keuntungan tersebut, penting untuk bisa menyesuaikan prediksi anda dengan arah pasar yang sedang berkembang. Semua keputusan untuk melakukan jual atau beli harus menggunakan analisa Forex yang tepat. Oleh karena itulah dibutuhkan indikator Forex yang tepat yang dapat membantu agar prediksi tidak banyak meleset.

Lalu apa itu indikator? Indikator merupakan sebuah alat yang bisa memberikan informasi kepada trader tentang pasar Forex saat ini. nantinya indikator akan memetakan kondisi pasar yang sedang terjadi dan memprediksi mengenai kondisi pasar untuk selanjutnya. Sehingga ini akan memudahkan trader untuk menentukan kapan open posisi yang pas, baik melakukan buy atau sell. Secara umum, indikator Forex mempunyai 2 fungsi. Yang pertama untuk memberika pemetaan informasi tentang kondisi pasar sehingga bisa menentukan strategi mana yang tepat digunakan. Dan yang kedua, memberikan signal untuk melakukan entry ataupun exit. Sehingga dapat menuntun trader sehingga bisa keluar atau masuk market yang tepat.

Indikator Forex mempunyai berbagai macam jenis, bahkan jumlahnya bisa mencapai ratusan. Masing-masing jenis indikator Forex dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisa teknikal jika memang diterapkan dengan benar. Namun trader tak harus memahami maupun memanfaatkan segala jenis indikator yang ada. Sebagai seorang trader, anda hanya butuh untuk mengetahui macam-macam indikator yang ada. Kemudian memilih manakah yang tepat yang bisa dijadikan andalan ketika menjalani bisnis Forex.

Macam-Macam Indikator Forex Terbaik

Jika melihat penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan jika indikator tak hanya bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi harga saja. Namun juga perilaku trader ketika melakukan trading dalam pasar Forex. Indikator mampu memberikan kepercayaan diri dan menolong trader agar tak merasa kebingungan saat memprediksi market secara keseluruhan. Indikator dapat membuat trader menjadi tenang dan tidak merasa panik saat menghadapi gejolak pasar. Dengan ada indikator, baik trader pemula maupun professional sekalipun akan memiliki kepercayaan diri penuh ketika berada dalam pasar Forex. Dan karena itulah penting bagi anda yang menjalankan trader untuk mengetahui jenis-jenis indikator Forex. Dan di bawah ini ada beberapa indikator Forex terbaik yang ada di dunia yang seringkali digunakan saat trading.

Moving Averages

indikator forex

Dapat dikatakan jika Moving Averages adalah favorit bagi kebanyakan trader pemula. Banyak yang berpendapat jika indikator ini begitu mengesankan dan sangat sulit untuk dilupakan. Hal ini berkaitan dengan kesederhanaan di dalam penggunaannya. Yang menjadi alasan utama mengapa banyak trader yang menjadikan indikator ini sebagai pilihan favorit. Cukup gunakan beberapa garis Moving Average (MA), dimana 1 MA berperiode panjang (100,200) yang akan menjadi patokan untuk para trader. Nantinya indikator ini akan membaca kapan waktu terjadinya downtrend maupun uptrend. Misalnya ketika uptrend terjadi, tambahkan beberapa garis MA dengan periode pendek (10,20) dan awasi posisi MA tersebut. Jika posisinya mulai berpotongan terhadap MA periode panjang maka bersiaplah untuk melakukan buy.

MACD (Moving Averages Convergence Divergence)

indikator forex

Turun dari Moving Averages ini biasanya menggunakan 2 EMA atau Axponential Moving Averages berperiode 12 dan 26. 2 garis EMA dikalkulasikan denganc ara mengurangi EMA periode 26 dari EMA periode 12. Selain itu EMA periode 9 akan ditambahkan agar mempertegas sinyal untuk melakukan buy atau sell. Sinyal buy di dalam indikator MACD ini biasanya ditangkap ketika fast length (12) memotong slow length (26), kemudian bergerak turun.

RSI (Relative Strength Index)

indikator forex

Indikator RSI dipergunakan dalam menentukan kondisi overbought maupun oversold ketika waktu trend sedang terjadi. Skala RSI mulai dari range 0 hingga 100. Yang mana saat garis tersebut menyentuh 70 ke atas maka dapat disimpulkan jika kondisi pasar mengalami overbought. Sebaliknya ketika garis menyentuh 30 ke bawah, maka kondisi pasar dalam keadaan oversold.

Misalnya saja pasar sedang dalam kondisi uptrend, yang mana garis berada di range 70 ke atas selama waktu yang berkelanjutan. Dan pada kondisi tersebut, saat garis bergerak turun menuju range  50 dan kemudian kembali naik maka bersiaplah di posisi Buy. Mengapa harus menunggu hingga menuju range 50? Karena ketika uptrend, garis akan turun hingga ke bawah 30 hanya ketika pasar mengalami reversal

OBV (On Balance Volume)

indikator forex

Volume transaksi pasar berdasarkan pada asumsi jika idealnya volume akan mengofirmasi trend pasar. Kenaikan harga pada pasar tentunya akan diikuti oleh naiknya OBV. Sedangkan penurunan harga di pasar juga akan diikuti turunnya OBV. Tentu saja kondisi di pasar sendiri tidak selalu ideal. Jika garis OBV merangkak naik tetapi harga pasar masih tetap stagnan, maka kemungkinan besar jika harga pasar mengikuti OBV.  Begitu pula ketika harga naik namun OBV menunjukkan penurunan, maka bisa jadi jika harga pasar sudah mendekati puncak.

Setelah mempelajari indikator-indikator Forex diatas, maka anda bisa menyadari bagaimana pentingnya menggunakan lebih dari 1 indikator. Sehingga anda bisa membaca bagaimana situasi dan kondisi pasar. Misalnya saja saat anda menggunakan MA, indikator ini biasanya memberikan sinyal trading yang agak terlambat. Hal ini memang karena lagging indicator. Karena itulah dibutuhkan indikator lainnya seperti RSI. Yang dapat membantu menentukan apakah ketika berada di posisi open, kondisi market sudah tersaturasi atau tidak.

Lalu bagaimana untuk mencari indikator yang sesuai dan cocok dengan karakter trader? Sangat simple, anda bisa mendapatkan indikator yang sesuai setelah anda mencoba indikator-indikator tersebut. Mencoba bukan berarti jika anda menggunakan selamanya. Anda dapat menggunakan dalam waktu sementara sampai natinya berhasil menentukan indikator mana yang cocok. Saat anda mencoba memanfaatkan sebuah indikator, maka gunakan saja sesuai kemampuan serta tujuan anda. jangan mencampur adukkan antara indikator yang mampu mendeteksi trend maupun dengan indikator yang dapat mendeteksi titik jenuh. Hal ini karena saat anda menggunakan indikator trend agar mengetahui titik jenuh, maka sinyal yang dihasilkan kurang begitu valid. Begitupun sebaliknya, jangan menggunakan indikator titik jenuh jika ingin mengidentifikasi terjadinya trend.

Related posts

Pengertian Spread Forex, Floating Spread dan Zero Spread

Brandon Armstrong